Bantal Plastik Sebagai Upaya Pengurangan Sampah Plastik di Rawa Pening

Desa Asinan merupakan daerah yang memiliki potensi wisata yang tinggi. Potensi wisata yang ada di desa Asinan berupa Rawa Pening. Rawa Pening sudah menjadi destinasi liburan bagi keluarga dan kalangan pemuda. Semakin bertambahnya pengunjung di Rawa pening akan menimbulkan beberapa masalah lingkungan, salah satunya yaitu akan meningkatnya sampah di sekitarnya.

            Upaya menanggulangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah, maka TIM PHBD HIMADIKMIA Universitas Muhammadiyah Semarang melakukan sosialisasi daur ulang sampah plastik pada hari Munggu, 23 September 2017 di kelompok PKK dusun Sumurub, Rt 15. Pada sosialisasi yang dilakukan, TIM PHBD menjelaskan tentang beberapa produksi yang dapat dihasilkan dari daur ulang plastik, antara lain: bantal plastik, tas plastik, bunga plastik, dll.

            Sosialisasi daur ulang sampah plastik ini untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, khususnya lingkungan di sekitar rawa pening dari sampah anorganik (khususnya sampah plastik), karena plastik merupakan sampah yang tidak bisa terurai oleh bakteri, sehingga apabila plastik dibuang dan tertimbun di tanah, maka akan merusak struktur tanah tersebut. Sebagian besar masyarakat menanggapi banyaknya sampah plastik dengan cara dibakar. Hal tersebut tidak baik untuk lingkungan, karena proses pembakaran akan menghasilkan gas CO2 dan akan mencemari lingkungan sekitar serta mengganggu pernafasan. Selain itu, dengan adanya pembakaran dan sebagainya maka akan mengganggu pengunjung yang datang ke wisata Rawa Pening.

            TIM PHBD HIMADIKMIA UNIMUS merupakan agen pro-lingkungan yang bermaksud untuk mewujudkan Rawa Pening sebagia daerah Ekowisata.