FMIPA Unimus Gelar Seminar Nasional Edusaintek 2018

Semarang | Sabtu (06/10/2018) bertempat di Aula RSGM Unimus, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Unimus menyelenggarakan Seminar Nasional The 2nd Edusaintek (Pendidikan, Sains, dan Teknologi). Menghadirkan empat keynote speaker yakni Dr. rer.nat Asep Supriyatna, M.Si (Pakar Lesson Study), Dr. Andri Johandri (Pakar Big Data dan Data Science), Afif Zunaidi (Manager IT Telkomsel Regional Jateng dan DIY), serta Dr. Eny Winaryati, M.Pd (Dekan FMIPA Unimus – Pakar Penelitian dan Evaluasi Pendidikan), seminar ini mengusung tema “Implementasi Lesson Study Berbasis ICT Menuju Era Revolusi Industri 4.0. Adapun bidang kajian pada seminar adalah bidang MIPA, Pendidikan, Humaniora dan Agama, Bidang Sosial Ekonomi dan Psikolog, Bidang Teknik dan Rekayasa, serta Kesehatan.

 

 

Hadir untuk memberikan sambutan, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang. Dalam sambutannya, Prof. Masrukhi menyampaikan bahwa di era disrupsi saat ini betapa pentingnya Blended Learning. Blended Learning, bisa juga disebut dengan Hybrid Learning merupakan suatu metode pembelajaran yang mengkombinasikan metode pembelajaran tatap muka dengan online learning. Tidak hanya anak didik saja yang mengikuti era disrupsi ini, namun guru, dosen, ataupun pengajar juga harus beradabtasi pula. “Banyak perubahan dan kemajuan yang berkembang sangat pesat. Pengajar masa kini akan lebih banyak dikritisi oleh anak didiknya. Karena ketika kita bicara, mereka bisa mencari atau melacaknya langsung di internet, “paparnya.

 

 

Rektor Unimus juga menjelaskan bahwa seorang pengajar sangat harus bisa memainkan peran. Tidak hanya transfer of knowledge saja, namun juga sebagai stimulator. “Betapa pun kemajuan Big Data di era modern saat ini, peran guru, dosen, atau pengajar lainnya tidak akan bisa tergantikan. Karena peran pengajar itu sesungguhnya tidak hanya transfer of knowledge saja namun transfer of value dan spirit of science education,” imbuhnya.

 

 

Peseta sejumlah 368 terdiri dari 249 pemakalah oral, 89 peserta seminar, dan 30 peserta lomba penulisan ilmiah based pratice yang berasal dari berbagai institusi di Nusantara. Adapun tujuan dari diselenggarakannya seminar menurut Abdul Azis, M.Pd selaku Ketua Panitia adalah bagaimana cara kita untuk mengcreate metode pembelajaran di abad 21 agar guru, dosen atau pengajar dan peserta didik “melek” teknologi. Kegiatan seminar ditutup dengan pengumuman juara lomba penulisan ilmiah based prastice bagi guru sekolah.

Leave a Reply