Realisasi Program Hibah Bina Desa (PHBD) Himadikmia UNIMUS

Semarang, 17 November 2017

Suatu kegiatan yang patut diapresiasi, Tim PHBD Unimus sebagai Pro-Enviromental Agent telah merealisasikan program-programnya yang merupakan program dari RISTEKDIKTI . Potensi alam melimpah, pemandangan yang indah, objek wisata rawa pening, dan mayoritas masyarakat adalah bermata pencaharian sebagai nelayan menjadi latar belakang dicanangkannya program tersebut. Namun, permasalahannya adalah potensi alam yang dimiliki belum dikelola secara optimal. Sehingga dengan adanya Program Hibah Bina Desa ini bertujuan untuk menerapkan Prinsip 6 R  (Rethink, Repair, Replace, Reuse, Reduce, and Recycle), menciptakan Teknologi Tepat Guna (TTG), dan mengawali diri sebagai Agen Pro lingkungan kepada masyarakat di desa Asinan. Dalam mewujudkan semua itu, tentunya tidak dapat berjalan dengan lancar tanpa dukungan dan bantuan dari berbagai lini yang terkait baik secara moriil maupun materiil.

Beberapa program Tim PHBD Himadikmia UNIMUS yang sudah terealisasi adalah sosialisasi prinsip 6 R yaitu mengurangi penggunaan plastik dengan menggunakan Eco Bag.Adanya eco bag ini tentu saja berawal pada maksud untuk mencegah pencemaran lingkungan. Usaha untuk mengurangi limbah plastik dari pemakaian rumah tangga sehari-hari. Susahnya penguraian limbah plastik memang sudah menjadi momok yang menakutkkan bagi pemerhati lingkungan. Program selanjutnya adalah rumah edukasi yang merupakan pusat bagi Tim PHBD Himadikmia dalam memberikan edukasi bagi masyarakat tentang pro lingkunga. Bantal plastik merupakan produk buatan ibu-ibu PKK yang telah dibekali edukasi tentang pro lingkungan. Mereka juga melakukan sosialisasi kepada siswa SD Negeri Asinan.

Kemudian untuk menjawab kebutuhan daerah pengembangan, dan memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan serta ramah sosial perlu adanya karya kreatif dan inovatif. Tim PHBD Himadikmia UNIMUS melakukan mitra dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Tirta Amarta Asinan dan Karang Taruna untuk membuat sepeda air dan perahu botol.Harapannya dengan adanya teknologi tersebut dapat menarik minat pengunjung untuk datang ke wisata asinan. Program yang terakhir adalah pelatihan pembuatan hidroponik sebagai pembinaan bagi masyarakat untuk meningkatkan tarf ekonomi dengan penggunaan lahan yang lebih efektif dan efisien. Selain itu juga pembuatan tempat sampah agar membuang sampah pada tempatnya.

g

By : A.T